Home » » 6 Penyebab Susah Kaya Meski Gaji Tinggi

6 Penyebab Susah Kaya Meski Gaji Tinggi

Written By Selo Aji on Friday, June 27, 2014 | 1:35 PM

Ternyata jabatan tinggi dan pendapatan besar tidak menjamin seseorang jadi kaya raya. Banyak juga yang terlilit utang dan jatuh miskin karena tak pandai mengelola keuangan. Berdasarkan sebuah survei di Amerika Serikat, berikut ini adalah alasan mengapa seseorang susah kaya raya.

1. Pengeluaran terlalu besar 
Menurut survei dari Country Financial Survey (CSF) di Amerika Serikat pada tahun 2012, banyak warga Amerika yang menjalani kehidupan mewah melebihi pendapatan bulanan mereka. Bahkan, lebih dari 52 persen orang yang dalam setahun akan beberapa kali mengeluarkan uang melebihi gaji bulanannya. Sekitar 9 persen responden memiliki gaya hidup dan pendapatan yang sesuai, sedangkan 36 persen lainnya menabungkan uangnya di bank. Sementara, 22 persen sisanya lebih memilih untuk menghabiskan gaji dan menggunakan fasilitas kartu kredit.

2. Menabung terlalu sedikit 
Total tabungan pribadi warga Amerika yang berasal dari pendapatan bulanan hanya 4,9 persen. Kemudian angka ini merosot jauh dari 14,6 persen pada tahun 1975. Oleh sebab itu, pada tahun 2013 pemerintah AS menyarankan warganya untuk rajin menabung dan menumpuk aset kekayaannya. Sebab, 54 persen warga AS hanya menabung untuk biaya spesifik seperti kesehatan dan pendidikan.

3. Telat membayar tagihan 
Telat membayar biaya perbankan, biaya tagihan kartu kredit, biaya asuransi, dan biaya lainnya mungkin adalah hal sepele bagi Anda. Namun ternyata, dari segi finansial biaya tersebut justru berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah uang secara signifikan tiap bulannya.

4. Melewatkan tambahan uang gratis 
Jika Anda termasuk tipe orang yang tidak berpartisipasi dalam tabungan rencana pensiun yang diadakan oleh perusahaan tempat Anda bekerja, berarti Anda telah melewatkan peluang untuk memperoleh tambahan uang secara cuma-cuma.

5. Mengabaikan dana pensiun
Mungkin fokus pada masa kini lebih mudah dan menganggap bahwa menabung untuk kepentingan masa depan bisa dilakukan nanti menjelang pensiun. Padahal, pemikiran itu jelas keliru. Apabila Anda semakin cepat memulai menabung demi masa tua, maka semakin cepat pula target dana pensiun impian Anda tercapai.

6. Kebiasaan membeli barang keluaran terbaru 
Membeli barang keluaran terbaru bukanlah bentuk dari investasi. Membeli gadget, barang fashion, atau kendaraan keluaran teranyar hanya akan mengurangi jumlah tabungan meski Anda membeli dengan sistem cicilan kartu kredit. Tentu saja barang ini bukan termasuk investasi, sebab dalam jangka waktu satu tahun gadget Anda akan mengalami penurunan nilai sebesar 30 persen.

0 komentar:

Post a Comment


SEO Reports for selo-aji.blogspot.com Free PageRank Checker